ANCAMAN Berbuah FITNAH ?

ANCAMAN Berbuah FITNAH ?
ANCAMAN Berbuah FITNAH ?

Apakah itu hanya suatu kosakata? atau kata? sebab-akibat? atau bisa dikatakan perumpamaan? Hm? (merenung)

Ada 8 (delapan) tips dalam menuju manusia yang positif :

  • Selalu berprasangka atau berpikir baik
  • Lakukan sekarang jangan menunda
  • Selalu bersyukur
  • Mau untuk terus belajar dan fokus (konsen)
  • Menghargai diri sendiri dan orang lain
  • Jauhi pengaruh buruk
  • Mulailah menyukai hal? yang kita perlukan
  • Selalu mulai hari dengan berpikir positif (positif thinking)

Tips yang menarik dan layak untuk dilakukan, lebih? jika ada yang mengingatkan kita akan tips? tersebut. Secara kilas balik, pernah ada yang mengingatkanku dengan tegas dan penuh kasih untuk selalu berprasangka atau berpikir baik. Ah?sungguh beruntungnya aku saat itu mendapatkannya, selain berparas cantik juga dianugerahi kepribadian yang baik dan menarik, alhamdulilah?.

Hiks?sungguh mengejutkan dan menyedihkan saat perubahan itu terjadi, dengan penuh keegoisan dan penyangkalan bahwa semuanya tidak ada yang berubah. Dengan penuh keikhlasan dan percaya berusaha meyakinkan hati serta membuang jauh? akan pemikiran “perubahan itu tidak terjadi”, bukan karena hal lain tapi aku harus memilih dengan pasti tanpa keraguan.

Saat emosi menjadi musuh utama manusia hingga sampai sekarang (mungkin uda takdirnya kali ya..?), tanpa beban dan berdosa judge (vonis) aku sebagai ANCAMAN ? Jangankan manusia, semut yang sangat kecil dan tidak berdaya pasti akan menggigit jika merasa terganggu. Aku yang cuma manusia punya banyak kelemahan (tapi ganteng lho?) pastinya juga tidak ingin mencubit jika tidak mau dicubit. Dicubit itu SAKIT!

Dengan sebuah asumsi, jabarkan semua teori tentang (sok) BENAR. Dengan kesombongan, jelaskan detil tentang kehidupan sejati. Dengan fisik (nyata) yang berpendidikan tinggi beragumen tentang (sok) pintar berpikir. Lalu mana tindakan nyata (Lakukan sekarang jangan menunda) yang selalu ingatkanku untuk Selalu berprasangka atau berpikir baik ? Aku tak mengerti?? (merenung)

Manusia memang punya jalan pemikiran sendiri? tapi apakah harus berbuah pemikiran menjadi baik atau sempurna? Atau malah lebih buruk lagi? (merenung)

Dengan kesombongan dan kepintaran tanpa sadar putar balikkan fakta di telinga orang tuaku, hingga menjadikan orang tuaku anggap aku sebagai pengarang cerita, anggap aku sebagai penipu, anggap aku tidak pernah bertindak?.. Sungguh menyakitkanku..sungguh sakit? Akibat dari buah pemikiran, kesombongan dan kepintaran?.

Ya Allah, Rabbku Yang Maha Mulia, bolehkan aku menganggap bahwa aku sudah di FITNAH di hadapan orang tuaku? Hiks? Aku menangis bukan karena ketidak beruntunganku dalam hal ini, tapi aku menangis karena setiap bangun tidur selalu muncul dalam pemikiran untuk membalaskan semua akibat dari perbuatan yang (sok) BENAR, PINTAR, SOMBONG hingga aku sangat sakit. Ampuni aku Ya Rabb-ku yang hampir setiap hari mempunyai pemikiran seperti itu akibat FITNAH. (merenung lagi)

Alhamdulilah? Engkau yang masih menyayangiku hingga mengizinkan aku yang sudah teraniaya ini untuk berobat sakit hati ini dalam hadiratMU. Waktu demi waktu aku laluli hanya ingin menyembuhkan hati ini dan dengan seiringnya waktu, aku mulai mengerti bahwa ANCAMAN berbuah FITNAH itu terjadi secara nyata dalam diriku, bukan kosakata, bukan kata? sebab-akibat, bukan pula perumpamaan.

Biarlah itu semua menjadi bagian dalam diriku walau hanya sebagai masalalu? Dendam bukan suatu penyelesaian dan tidak akan pernah selesai jika tidak dari diri ini yang menghentikannya? (hasil merenung = GAK PENTING BANGET !)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*